10 Aturan Penggunaan Huruf Kapital Yang Benar

  • BACA TULIS
  • Selasa, 1 Februari 2022 | 13:46 WIB
foto

Administrator

Selalu dilema dan bingung setiap kali hendak menulis huruf kapital? Penggunaan kapital yang tampak sepele ternyata cukup membuat banyak orang sempet bingung penggunaannya. Bukan karena sulit, tetapi ada beberapa penggunaan atau aturan penggunaan huruf kapital yang benar. 

Barangkali Anda salah satu yang juga dibuat pusing dengan masalah ini? tenang, pada kesempatan kali ini akan dibahas terkait penggunaan huruf kapital yang benar itu seperti apa dan ketika apa. Langsung saja, simak ulasannya sebagai berikut. 

1. Dipakai Ketika Di Huruf Awal Kalimat 

Jadi penggunaan huruf kapital dapat digunakan ketika digunakan di awal kalimat. Di Setiap awal kalimat, wajib menggunakan huruf kapital tanpa memandang kata tersebut sebagai subjek, predikat, objek ataupun keterangan. Sebagai contoh. 

  • Dimana letak keadilan?
  • Ari membeli komik?
  • Mari bekerja keras.
  • Cepat selesaikan pekerjaan agar segera mendapat bonus!

2. Dipakai ketgika menyebutkan nama atau julukan

Penggunaan huruf kapital ternyata tidak hanya diperuntukan untuk setiap kata di awal kalimat saja. tetapi juga berlaku digunakan setiap penulisan nama orang ataupun nama julukan. Jadi walaupun di tengah-tengah kalimat kata, tetap menggunakan huruf besar. Contoh. 

  • Irukawa Elisa 
  • Fanny Praja 
  • Citra Sukma 
  • Jenderal Kancil 
  • Dsb

Jadi penggunaan huruf kapital hanya berlaku untuk penulisan nama atau julukan orang saja. tidak berlaku untuk penulisan nama ikan atau nama hewan. Contoh 

  • ikan nila
  • ikan lele 
  • mesin diesel
  • motor honda 

adapun kasus yang akan muncul kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya masalah penulisan seperti “binti, bin, anak dari dsb. Untuk memperjelas maksudnya, dapat dilihat sebagai berikut. 

  • Abdul Rohman bin Yayid
  • Irukawa Elisa binti Salimah
  • Indrajid boru Mustofa 
  • William Ardian van Ophuijsen 
  • Dsb 

3. Ketika Kapital Digunakan untuk Awal Kalimat Di Petikan Langsung 

Penggunaan kapital juga berlaku untuk kalimat pertama dalam kalimat langsung. Jadi meskipun di awal ada tanda petik, tetap setiap huruf setelah petik paling awal wajib menggunakan huruf kapital. Berikut contoh untuk memperjelas dan mempertegas. 

  • Ibu bertanya, “Dimana sih kamu meletakan gunting?”
  • Lelaki paruh baya itu berpesan, “Jagalah amanah warisan budaya ini, Nak”
  • “Jadilah anak setegar karang dalam menghadapi hidup ini,” pesan bapak. 
  • “Lusa ya,” imbuhnya “Sekarang sedang sibuk,” 

4. Digunakan Ketika Menulis Kitab Suci, Tuhan (termasuk Kata ganti untuk Tuhan) dan Nama Agama

Mungkin kurang menjadi perhatian di poin ini, karena banyak orang yang kurang paham dan kurang teliti untuk penggunaan huruf kapital. Jadi penggunaan huruf kapital yang benar juga digunakan untuk menulis kitab suci dan ketika menyebut Tuhan termasuk kata ganti Tuhan seperti Allah menjadi Gusti. Berlaku juga untuk penulisan nama agama. Untuk memudahkan pemahaman, bisa dilihat contohnya dibawah ini. 

  • Kekuatan maha dasyat di bumi ini adalah Allah
  • Meskipun berteman dekat tapi mereka berbeda agama, satu Islam dan satunya Kristen, menariknya mereka tetap menjadi sahabat yang solid. 
  • Allah yang memberikan jalan dan memberikan rezeki setiap hamba-Nya.

5. Digunakan Untuk Penulisan Gelar – Keturunan  – Keturunan – Gelar Akademik / Gelar Kerajaan

Penggunaan huruf kapital yang benar digunakan digunakan di setiap penulisan gelar. Ada banyak gelar, mulai dari gelar keturunan, gelar akademik ataupun gelar kehormatan yang lain. Untuk mempermudah pemahaman.***

Penulis: Administrator
Editor: Ibnu
©2022 SMP Negeri 24 Bandung

TAGS:
Bagikan melalui: